Memahami SDLC: Penjelasan Agile, Scrum, Kanban, dan Sprint
Inas Hasna Mufida
Dalam dunia pengembangan perangkat lunak, kita mengenal sebuah kerangka kerja yang disebut Software Development Life Cycle (SDLC) atau Siklus Hidup Pengembangan Perangkat Lunak. SDLC adalah proses terstruktur yang digunakan oleh tim pengembang untuk merancang, mengembangkan, dan menguji perangkat lunak berkualitas tinggi. Tujuannya adalah menghasilkan produk yang memenuhi atau bahkan melampaui ekspektasi pelanggan.
Seiring dengan perkembangan zaman dan tuntutan pasar yang semakin cepat berubah, metodologi pengembangan perangkat lunak pun ikut berevolusi. Salah satu pendekatan yang paling populer saat ini adalah Agile.
Apa itu Agile?
Agile adalah sebuah filosofi atau pendekatan dalam pengembangan perangkat lunak yang berfokus pada iterasi (perulangan) dan kolaborasi tim. Berbeda dengan metode tradisional seperti Waterfall yang sangat terstruktur dan kaku, Agile lebih fleksibel dan adaptif terhadap perubahan.
Prinsip-prinsip utama Agile tertuang dalam Agile Manifesto, yang menekankan:
Individu dan interaksi lebih dari proses dan alat.
Perangkat lunak yang berfungsi lebih dari dokumentasi yang lengkap.
Kolaborasi dengan pelanggan lebih dari negosiasi kontrak.
Merespon perubahan lebih dari mengikuti rencana.
Contoh Kasus: Panera Bread Raksasa kafe-roti Panera Bread menghadapi tantangan besar pada tahun 2013 karena ekspansi yang cepat dan pasar yang tidak terduga. Mereka membutuhkan cara untuk mengembangkan dan menyebarkan perangkat lunak dengan cepat di lebih dari 1.700 lokasi mereka. Dengan mengadopsi kerangka kerja Agile, mereka berhasil meluncurkan sistem pemesanan seluler yang lebih baik, yang kini menyumbang 25% dari total penjualan mereka.
Mengenal Framework Agile: Scrum dan Kanban
Agile adalah payung besar, dan di bawahnya terdapat berbagai framework atau kerangka kerja yang bisa digunakan. Dua yang paling populer adalah Scrum dan Kanban.
Scrum: Bekerja dalam Sprint
Scrum adalah kerangka kerja Agile yang dirancang untuk proyek kompleks yang sering berubah. Proses pengembangan dibagi menjadi siklus-siklus pendek yang disebut Sprint, biasanya berlangsung antara 1 hingga 4 minggu.
Dalam Scrum, terdapat tiga peran utama:
Product Owner: Bertanggung jawab untuk memaksimalkan nilai produk dengan mengelola Product Backlog (daftar pekerjaan yang perlu diselesaikan).
Scrum Master: Memastikan tim mengikuti aturan dan praktik Scrum, serta menghilangkan hambatan yang dihadapi tim.
Development Team: Tim yang terdiri dari para profesional (pengembang, penguji, desainer) yang mengerjakan dan menyelesaikan pekerjaan dalam setiap Sprint.
Contoh Kasus: BBC BBC, salah satu media penyiaran terbesar di dunia, mengadopsi Scrum untuk meningkatkan produktivitas dalam pengembangan produk digital mereka. Dengan Scrum, tim BBC berhasil meningkatkan visibilitas proyek, mempercepat waktu rilis, dan lebih responsif terhadap kebutuhan audiens yang terus berubah.
Kanban: Visualisasi Alur Kerja
Kanban adalah metode yang berfokus pada visualisasi alur kerja untuk mengoptimalkan efisiensi dan pengiriman berkelanjutan. Inti dari Kanban adalah Papan Kanban, yang bisa berupa papan fisik atau digital.
Papan Kanban dibagi menjadi beberapa kolom yang merepresentasikan setiap tahap dalam proses kerja, contohnya: "To Do" (Akan Dikerjakan), "In Progress" (Sedang Dikerjakan), dan "Done" (Selesai). Tugas-tugas ditulis pada kartu dan dipindahkan dari satu kolom ke kolom berikutnya hingga selesai. Prinsip utama Kanban adalah membatasi pekerjaan yang sedang berlangsung (Work in Progress - WIP) untuk mencegah penumpukan tugas dan menjaga alur kerja tetap lancar.
Contoh Kasus: Toyota Kanban pertama kali dikembangkan oleh Toyota pada tahun 1940-an untuk mengoptimalkan proses manufaktur mereka. Dengan menggunakan kartu (kanban) untuk menandakan kapan suatu material perlu diisi ulang, Toyota berhasil menciptakan sistem produksi "just-in-time" yang sangat efisien dan meminimalkan pemborosan inventaris. Prinsip ini kemudian diadaptasi secara luas dalam pengembangan perangkat lunak.
Fokus pada Sprint: Jantung dari Scrum
Seperti yang telah disebutkan, Sprint adalah inti dari kerangka kerja Scrum. Ini adalah periode waktu yang tetap (time-boxed), biasanya antara satu hingga empat minggu, di mana tim bekerja untuk menyelesaikan sejumlah pekerjaan yang telah ditentukan.
Setiap Sprint dimulai dengan Sprint Planning, di mana tim memilih pekerjaan dari Product Backlog untuk dikerjakan selama Sprint tersebut. Daftar pekerjaan ini disebut Sprint Backlog.
Selama Sprint berlangsung, tidak ada perubahan yang boleh membahayakan Sprint Goal (tujuan Sprint). Setiap hari, tim mengadakan Daily Scrum (atau stand-up meeting), sebuah pertemuan singkat (maksimal 15 menit) untuk menyinkronkan aktivitas dan membuat rencana untuk 24 jam ke depan.
Di akhir Sprint, tim mengadakan dua pertemuan:
Sprint Review: Tim mendemonstrasikan hasil kerja (increment) kepada para pemangku kepentingan untuk mendapatkan umpan balik.
Sprint Retrospective: Tim merefleksikan proses kerja selama Sprint yang baru saja berakhir dan mengidentifikasi apa yang bisa diperbaiki untuk Sprint berikutnya.
Dengan siklus ini, Scrum memastikan bahwa tim dapat menghasilkan perangkat lunak yang berfungsi secara berkala, sekaligus terus-menerus belajar dan beradaptasi.
Daftar pustaka
-buku ian sommervile
-The Knowledge Academy: Menjelaskan bagaimana Panera Bread menerapkan Agile untuk beradaptasi dengan pasar yang berubah cepat. Agile Case Studies: A Comprehensive Guide.
-Corporate Agility: Studi kasus teknis tentang adopsi Disciplined Agile di Panera untuk meningkatkan kualitas produk.Panera Case Study
-KnowledgeHut: Mengulas implementasi Scrum di divisi media digital BBC untuk meningkatkan produktivitas. Top Scrum Case Study Examples in Real-life 2024.
-Applied Frameworks: Kumpulan contoh studi kasus Scrum, termasuk presentasi dari tim BBC. Examples of Scrum Case Studies.
-Toyota Global Website: Penjelasan resmi dari Toyota mengenai Toyota Production System (TPS) dan peran Kanban di dalamnya. Toyota Production System.
-Toyota UK Magazine: Panduan sederhana yang menjelaskan cara kerja sistem Kanban di Toyota. Kanban - Toyota Production System guide.
https://informatika.itsk-soepraoen.ac.id/



Tidak ada komentar:
Posting Komentar