Kamis, 26 Desember 2024

Gerbang Logika dalam sistem pengaturan lampu lalu lintas (resume dari jurnal yang diambil)

Sistem Pengaturan Lampu Lalu Lintas Menggunakan

Gerbang Logika



UAS SYSTEM DIGITAL

Inas Hasna Mufida


Lampu lalu lintas merupakan salah satu aspek penting dalam pengelolaan lalu lintas perkotaan. Pada persimpangan jalan, pengaturan lampu lalu lintas sangat diperlukan agar kendaraan dapat melewati dengan aman dan nyaman. Lampu lalu lintas diatur dengan menggunakan teori graf atau teknologi kendali lampu lalu lintas yang terus dikembangkan. Salah satu teknologi yang dapat digunakan untuk mengatur lampu lalu lintas adalah gerbang logika. Gerbang logika merupakan komponen fundamental dalam desain dan pengoperasian rangkaian digital yang bertanggung jawab untuk melakukan operasi logika, seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian, dalam sistem biner. Beberapa contoh penerapan gerbang logika dalam mengatur lalu lintas antara lain menggunakan gerbang AND, gerbang OR, gerbang NOT, dan gerbang XOR. Penggunaan gerbang logika dalam mengatur lalu lintas diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan keamanan lalu lintas. Tujuan utama dari penelitian ini adalah meningkatkan efisiensi dan keamanan dengan menerapkan gerbang logika sebagai dasar untuk mengontrol fase-fase lampu lalu lintas. 

Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk merancang, mengimplementasikan, dan mengevaluasi sistem pengaturan lampu lalu lintas berbasis gerbang logika. Dengan menggunakan kombinasi gerbang logika dasar seperti AND, OR, dan NOT, sistem ini diharapkan dapat memberikan pengaturan lampu yang lebih adaptif dan responsif terhadap kondisi lalu lintas yang berubah-ubah. Penggunaan sensor kendaraan, sensor pejalan kaki, dan sensor waktu menjadi kunci dalam mencapai tujuan ini. Dengan pertumbuhan pesat populasi dan urbanisasi di kota-kota besar, mobilitas perkotaan menjadi semakin kompleks. Salah satu aspek utama dalam manajemen lalu lintas perkotaan adalah pengaturan lampu lalu lintas di persimpangan jalan. Pengaturan yang efisien dan adaptif sangat penting untuk memastikan kelancaran aliran kendaraan dan pejalan kaki, serta meningkatkan keselamatan di jalan raya.

Gerbang logika adalah komponen dasar dalam elektronika digital yang melakukan operasi logika pada input biner dan menghasilkan output, berikut penjelasan singkat mengenai berbagai gerbang logika : 

1. Gerbang Logika AND

Simbol: Simbol untuk gerbang AND biasanya terdiri dari dua input dan satu output, yang dihubungkan dengan sebuah titik.

Tabel Kebenaran: Tabel kebenaran untuk gerbang AND menunjukkan bahwa output hanya akan menghasilkan logika tinggi (1) jika kedua inputnya juga logika tinggi (1).

Fungsi:Gerbang AND digunakan untuk menghasilkan output yang hanya aktif ketika semua inputnya aktif.


2. Gerbang Logika OR

Simbol: Simbol untuk gerbang OR biasanya terdiri dari dua input dan satu output, yang dihubungkan dengan sebuah tanda tambah (+) atau huruf "v" melengkung.

Tabel Kebenaran: Tabel kebenaran untuk gerbang OR menunjukkan bahwa output akan menghasilkan logika tinggi (1) jika salah satu atau kedua inputnya logika tinggi (1).

Fungsi: Gerbang OR digunakan untuk menghasilkan output yang aktif ketika salah satu atau kedua inputnya aktif


3. Gerbang Logika NOT

Simbol:Simbol untuk gerbang NOT biasanya terdiri dari satu input dan satu output, yang dihubungkan dengan sebuah lingkaran di inputnya.

Tabel Kebenaran:Tabel kebenaran untuk gerbang NOT menunjukkan bahwa output akan selalu merupakan kebalikan dari inputnya.

Fungsi: Gerbang NOT digunakan untuk menghasilkan kebalikan dari inputnya.


Implementasi

a. Mikrokontroler: Implemntasi sistem menggunakan mikrokontroler sebagai platform pusat pengaturan

Mikrokontroler merupakan sebuah komponen terpadu yang melibatkan unit pemrosesan pusat (CPU), memori,
dan perangkat masukan/keluaran (I/O) dalam sebuah chip.

b. Simulasi: Penggunaan perangkat lunak tertentu untuk mensimulasikan fungsionalitas sistem dan menguji respons terhadap kondisi lalu lintas yang berbeda.

Simulasi adalah penggunaan perangkat lunak tertentu untuk mensimulasikan fungsionalitas sistem dan menguji
respons terhadap kondisi lalu lintas yang berbeda. Dalam simulasi, model matematika dari sistem digunakan untuk
memprediksi perilaku sistem dalam berbagai kondisi.

c. Deteksi Kendaraan dan Pejalan Kaki: Integrasi deteksi kendaraan dan pejalan kaki untuk menyesuaikan durasi setiap fase lampu lalu lintas sesuai dengan kondisi aktual.

Dalam sistem ini, deteksi kendaraan dan pejalan kaki digunakan untuk mengidentifikasi jumlah kendaraan dan pejalan kaki yang melewati persimpangan pada setiap fase lampu lalulintas. Data ini kemudian digunakan untuk menyesuaikan durasi setiap fase lampu lalu lintas agar sesuai dengan
kondisi aktual.


Evaluasi dan Hasil

a. Simulasi Skenario Lalu Lintas:Melakukan simulasi berbagai skenario lalu lintas untuk mengevaluasi respons sistem.

Hal ini dilakukan dengan menggunakan data deteksi kendaraan dan pejalan kaki untuk mengidentifikasi jumlah kendaraan dan pejalan kaki yang melewati persimpangan pada setiap fase lampu lalu lintas.

b. Analisis Hasil:Menganalisis hasil evaluasi untuk menentukan sejauh mana sistem mampu merespons perubahan kondisi lalu lintas, dengan fokus pada efisiensi dan keamanan.

Data deteksi kendaraan dan pejalan kaki digunakan untuk mengidentifikasi jumlah kendaraan dan pejalan kaki yang melewati persimpangan pada setiap fase lampu lalu
kondisi lalu lintas yang berbeda lintas. Hasil simulasi berbagai skenario lalu lintas dapat dievaluasi untuk mengoptimalkan respons sistem terhadap

c. Pengaruh Mikrokontroler:Menilai kontribusi mikrokontroler terhadap keamanan dan efisiensi lalu lintas.

Mikrokontroler dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap keamanan dan efisiensi lalu lintas. Sebuah
sistem ini dapat meminimalkan kecelakaan lalu lintas dan meningkatkan efisiensi lalu lintas. Selain itu, sistem
penelitian menggunakan mikrokontroler untuk mengontrol lampu lalu lintas empat fase dan menemukan bahwa transportasi cerdas berbasis IoT yang menggunakan mikrokontroler juga memiliki potensi besar dalam meningkatkan efisiensi, keamanan, dan kenyamanan lalu lintas.


Kesimpulan

Penelitian ini menggambarkan bahwa penerapan gerbang logika dalam pengaturan lampu lalu lintas menjadi solusi
memberikan dasar yang kokoh untuk menciptakan pengaturan lampu yang adaptif dan responsif
yang efektif untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan. Integrasi sensor kendaraan, pejalan kaki, dan waktu


Link jurnal yang saya ambil :

Link Prodi Informatika :


















untuk Meningkatkan Efisiensi dan Keamanan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SIPENMARU UNSU

  SISTEM PENERIMAAN MAHASISWA BARU UNIVERSITAS SUKUN Inas Hasna Mufida Selamat datang! Di halaman ini, kita bakal membahas tentang Sistem...