Senin, 27 Oktober 2025

Manajemen File Dan Direktori di Ubuntu

 Manajemen File dan Direktori di Ubuntu

Inas Hasna Mufida/241020012


Halo, pembaca! Selamat datang kembali di seri tutorial Ubuntu. Jika sebelumnya kita sudah berkenalan dengan perintah-perintah paling dasar, kali ini kita akan menyelam lebih dalam untuk benar-benar menguasai cara Anda bergerak dan mengelola file di dalam sistem Ubuntu.

Kita akan membahas cara membuat dan menghapus direktori (termasuk lebih dari satu sekaligus), cara mencari file berdasarkan isinya, dan yang paling penting: memahami pesan error yang mungkin muncul.

Mari kita mulai!

1. Navigasi Cepat: Melihat dan Berpindah Direktori

Di bagian sebelumnya, kita belajar ls (melihat isi direktori) dan cd (berpindah direktori). Sekarang, mari kita tambahkan beberapa trik.

Melihat File Tersembunyi dengan ls -la

Secara default, ls tidak akan menampilkan file atau folder yang namanya diawali dengan titik (.). File-file ini biasanya adalah file konfigurasi.

  • ls (Hanya menampilkan file biasa)

  • ls -a (Menampilkan semua file, termasuk yang tersembunyi)

  • ls -l (Menampilkan format lengkap/panjang)

  • ls -la (Gabungan: menampilkan semua file dalam format lengkap)

Berpindah Direktori Seperti Profesional

Kita tahu cd nama_folder membawa kita ke folder tersebut. Tapi ada beberapa pintasan yang wajib Anda tahu:

  • cd .. : Naik satu level ke direktori induk (folder di atasnya).

  • cd ~ (atau cd saja): Langsung kembali ke direktori home Anda, di mana pun Anda berada.

  • cd / : Pindah ke direktori root, titik paling puncak dari sistem file Anda.

  • cd /home/namauser/Documents: Ini disebut path absolut. Anda pindah ke lokasi pasti itu dari mana saja.

  • cd Documents/Reports: Ini disebut path relatif. Anda pindah ke folder Reports yang ada di dalam folder Documents tempat Anda berada sekarang.


2. Membuat dan Menghapus Direktori (Folder)

Ini menjawab inti permintaan Anda: bagaimana jika saya ingin membuat banyak folder sekaligus? Atau menghapus folder?

Membuat Direktori dengan mkdir

  • Membuat satu direktori:

    Bash
    mkdir project_baru
    
  • Membuat LEBIH DARI SATU direktori sekaligus: (Sesuai permintaan Anda) Cukup pisahkan nama-nama folder dengan spasi.

    Bash
    mkdir aset gambar video
    

    Perintah di atas akan membuat tiga folder baru: aset, gambar, dan video.

  • Pro-Tip: Membuat folder bersarang (nested): Bagaimana jika Anda ingin membuat project/images/icons tapi folder project dan images belum ada? Gunakan opsi -p (parent).

    Bash
    mkdir -p project/images/icons
    

    Ini akan otomatis membuat project, lalu di dalamnya images, lalu di dalamnya icons.

Menghapus Direktori (Hati-hati!)

Ada dua cara untuk menghapus direktori, tergantung kondisinya:

  1. rmdir (Remove Directory) - Untuk Folder Kosong Perintah ini hanya bisa menghapus direktori yang kosong.

    Bash
    rmdir project_lama
    
  2. rm -r (Remove Recursive) - Untuk Folder Berisi File Jika Anda mencoba rmdir pada folder yang ada isinya, Anda akan dapat error (dibahas di bawah). Untuk menghapus folder dan SEMUA ISINYA, gunakan rm -r.

    Bash
    rm -r project_lama
    

    ⚠️ PERINGATAN KERAS: Perintah ini sangat kuat. rm -r menghapus semuanya secara permanen tanpa masuk ke Trash Bin. Selalu periksa kembali Anda berada di direktori yang benar sebelum menjalankannya.


3. Mencari File: Berdasarkan Nama dan Teks

Ini adalah salah satu skill paling berguna di Linux. Bagaimana cara menemukan file?

Mencari File Berdasarkan NAMA dengan find

Perintah find mencari file berdasarkan kriteria. Format dasarnya: find <di_mana> <kriteria> <apa>.

  • Mencari file "laporan.txt" di direktori saat ini dan semua sub-foldernya: Tanda titik (.) berarti "direktori saat ini".

    Bash
    find . -name "laporan.txt"
    
  • Mencari semua file yang berakhiran .pdf di folder Home Anda:

    Bash
    find ~ -name "*.pdf"
    

Mencari TULISAN di Dalam File dengan grep (Sesuai Permintaan Anda)

Inilah jawaban untuk "bagaimana cara mencari file dari teks di dalamnya?". Perintahnya adalah grep.

  • Mencari teks di dalam satu file: Mencari kata "penting" di dalam file catatan.txt.

    Bash
    grep "kata_penting" catatan.txt
    

    Terminal akan mencetak semua baris di file itu yang mengandung "kata_penting".

  • Mencari teks di SEMUA file (Recursive) - SANGAT BERGUNA! Ini adalah perintah andalannya. Opsi -r (recursive) memberitahu grep untuk mencari di direktori saat ini (.) dan semua sub-direktorinya.

    Bash
    grep -r "kode_proyek_xyz" .
    

    Terminal akan menampilkan nama file dan baris yang cocok, di mana pun file itu berada di bawah direktori Anda saat ini.


4. Memahami Pesan Error (Troubleshooting)

Saat belajar terminal, Anda PASTI akan bertemu pesan error. Jangan panik! Pesan itu memberitahu Anda apa yang salah.

Error: command not found

  • Artinya: Perintah yang Anda ketik (misal: gti atau clear_screen) tidak dikenali oleh sistem.

  • Penyebab:

    1. Anda salah ketik (typo). Seharusnya git, bukan gti. Seharusnya clear, bukan clear_screen.

    2. Program/software itu belum terinstal.

  • Solusi: Periksa kembali ejaan Anda. Jika sudah benar, coba instal programnya (misal: sudo apt install nama_program).

Error: No such file or directory

  • Artinya: File atau folder yang Anda tuju tidak ada.

  • Penyebab:

    1. Anda salah ketik nama file/foldernya. (Perhatikan: Ubuntu case-sensitive, Dokumen BEDA dengan dokumen).

    2. Anda berada di direktori yang salah. Anda mengetik cd Laporan padahal folder Laporan ada di Documents, bukan di tempat Anda sekarang.

  • Solusi: Gunakan ls untuk mengecek nama file/folder yang benar. Gunakan pwd untuk mengecek Anda ada di mana.

Error: Permission denied

  • Artinya: Anda tidak punya izin untuk melakukan aksi tersebut.

  • Penyebab:

    1. Anda mencoba mengubah file sistem yang penting (butuh hak admin).

    2. Anda mencoba membaca/mengedit file milik user lain.

  • Solusi: Jika Anda yakin dengan apa yang Anda lakukan, tambahkan sudo di awal perintah untuk menjalankannya sebagai administrator.

    Bash
    sudo apt install gimp
    

Error: rmdir: failed to remove 'project_lama': Directory not empty

  • Artinya: (Sesuai permintaan Anda) Ini terjadi saat Anda menggunakan rmdir pada folder yang masih ada isinya.

  • Penyebab: rmdir didesain hanya untuk menghapus folder kosong.

  • Solusi: Gunakan rm -r project_lama untuk menghapus folder beserta seluruh isinya (lihat peringatan di atas!).

Sabtu, 11 Oktober 2025

Penginstalan UBUNTU di VirtualBox

Panduan Lengkap: Cara Install Ubuntu di VirtualBox (Bergambar)

Inas Hasna Mufida


Halo, Sobat Digital! Pernahkah kamu ingin mencoba sistem operasi Linux seperti Ubuntu, tapi khawatir atau takut untuk menginstalnya langsung di komputermu? Tenang, ada cara yang aman dan mudah, yaitu dengan menggunakan VirtualBox.

VirtualBox adalah perangkat lunak virtualisasi yang memungkinkan kita untuk menjalankan satu sistem operasi "di dalam" sistem operasi utama kita. Anggap saja seperti memiliki komputer di dalam komputer. Dalam panduan ini, kita akan membahas langkah demi langkah cara menginstal Ubuntu 24.04.3 LTS menggunakan Oracle VM VirtualBox, berdasarkan gambar proses instalasi yang telah disediakan.

Langkah 1: Instalasi Oracle VM VirtualBox




Langkah paling awal tentu saja adalah memasang aplikasi VirtualBox di komputermu. Prosesnya sangat mudah, sama seperti menginstal aplikasi Windows pada umumnya.

Jalankan file installer VirtualBox, maka Anda akan disambut oleh Setup Wizard. Cukup klik "Next" untuk melanjutkan dan ikuti instruksi yang muncul di layar hingga proses instalasi selesai.


Langkah 2: Membuat Mesin Virtual (Virtual Machine) Baru




Setelah VirtualBox terinstal, buka aplikasinya dan mulailah membuat "komputer virtual" baru untuk Ubuntu.

  1. Klik tombol "New" untuk memulai.

  2. Name: Beri nama yang deskriptif untuk mesin virtual Anda, contohnya "Ubuntu Desktop" atau nama Anda sendiri.

  3. Folder: Pilih lokasi di mana file mesin virtual akan disimpan.

  4. ISO Image: Di sini Anda bisa langsung memilih file .iso Ubuntu yang sudah diunduh.

  5. Type & Version: VirtualBox biasanya akan mendeteksi ini secara otomatis setelah Anda memberi nama. Pastikan Type adalah Linux dan Version adalah Ubuntu (64-bit).

Jika sudah, klik "Next".


Langkah 3: Alokasi Sumber Daya Hardware




Sekarang, kita perlu menentukan seberapa besar "kekuatan" komputer virtual kita. Anda akan mengatur alokasi RAM dan jumlah inti prosesor (CPU).

  • Base Memory (RAM): Geser slider untuk menentukan jumlah RAM. Disarankan untuk tetap berada di area hijau agar tidak mengganggu kinerja sistem operasi utama Anda. Pada contoh ini, dialokasikan sekitar 3096 MB (sekitar 3 GB).

  • Processors (CPU): Tentukan jumlah inti CPU yang akan digunakan. Untuk penggunaan dasar, 1 CPU sudah cukup.

Setelah selesai, klik "Next".


Langkah 4: Memasang File ISO Instalasi




Sebelum memulai mesin virtual, kita harus memastikan bahwa file instalasi Ubuntu (file .iso) sudah terpasang di "CD/DVD drive virtual".

  1. Pilih mesin virtual yang baru Anda buat, lalu klik "Settings".

  2. Masuk ke bagian "Storage".

  3. Di bawah Controller: IDE, Anda akan melihat ikon CD kosong. Klik ikon tersebut.

  4. Di sisi kanan (bagian Attributes), klik ikon CD kecil dan pilih "Choose a disk file...".

  5. Cari dan pilih file ubuntu-24.04.3-desktop-amd64.iso Anda.

Sekarang, file ISO Ubuntu sudah siap untuk proses booting. Klik "OK" untuk menyimpan pengaturan.


Langkah 5: Memulai Proses Instalasi Ubuntu




Semua persiapan sudah selesai! Saatnya menyalakan mesin virtual Anda dengan mengklik tombol "Start". Mesin virtual akan melakukan booting dari file ISO yang tadi kita pasang, dan proses instalasi Ubuntu akan dimulai.

Anda akan melihat serangkaian layar presentasi fitur-fitur Ubuntu sementara di latar belakang, sistem sedang menyalin file-file yang diperlukan. Ikuti semua petunjuk di layar, seperti memilih bahasa, layout keyboard, dan membuat user, hingga proses selesai.


Langkah 6: Selamat! Ubuntu Siap Digunakan




Setelah proses instalasi selesai dan mesin virtual di-restart, Anda akan disambut oleh desktop Ubuntu yang bersih dan modern. Selamat! Anda telah berhasil menginstal Ubuntu di dalam VirtualBox.

Sekarang Anda bebas bereksperimen, belajar coding, atau sekadar menjelajahi dunia Linux tanpa risiko apa pun terhadap sistem operasi utama Anda.

SIPENMARU UNSU

  SISTEM PENERIMAAN MAHASISWA BARU UNIVERSITAS SUKUN Inas Hasna Mufida Selamat datang! Di halaman ini, kita bakal membahas tentang Sistem...